Teh Kombucha, Minuman Sehat Penawar Racun Kaya Nutrisi
Rabu, 29 Desember 2010 14:37
Siapa tak kenal teh? minuman yang hampir dapat dijumpai di semua negara ini memiliki ciri khas bahan baku daun yang unik. Tekstur daun hampir lonjong bulat dan berwarna hijau segar hingga hijau tua, bahkan mendekati hitam.
Teh biasanya tumbuh subur di dataran tinggi. Kandungan daun teh yang telah diolah memiliki berbagai khasiat untuk menyehatkan tubuh. Nama teh pun bermacam-macam, dari mulai teh hijau, teh herbal, teh melati hingga teh hitam.
Bagaimana jika teh dikombinasikan dengan jamur? manfaat yang diperoleh ternyata lebih banyak dibanding teh biasa. Pembuatan teh ini tentu saja menggunakan jamur sebagai bahan utamanya. Bukan sembarang jamur yang digunakan, jamur ini telah mengalami kombinasi.
Di negeri aslinya, Siberia, jamur tersebut dikenal dengan nama jamur kombucha. Di Indonesia, nama jamur kombucha memang terasa asing di telinga. Masyarakat Indonesia lebih mengenal tumbuhan ini sebagai jamur dipo.
Jamur kombucha telah lama dikenal, di antaranya untuk mengobati sembelit dan keluhan gangguan pencernaan. Selain itu teh jamur ini berguna untuk mengatasi nyeri saat haid. Dengan rasa sedikit kecut, herbal ini mampu meredam sakit maag bahkan mengatasi insomnia. Tentu saja manfaat tersebut baru terasa dengan aturan minum yang rutin dan tidak berlebihan.
Kombucha pun bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan, meningkatkan vitalitas, serta menguatkan dan menyeimbangkan kerja organ-organ tubuh. Selain itu, kombucha dapat meringankan bahkan menghilangkan nyeri sendi.
Untuk membuat teh jamur ini, awalnya seperti membuat teh biasa. Kemudian larutkan biang jamur kombucha dalam teh yang sebelumnya telah didinginkan. Dalam keadaan tertutup, teh jamur didiamkan selama 8 hingga 12 hari untuk mengalami proses peragian atau fermentasi.
Perlu diketahui, teh yang digunakan sebagai pelarut jamur kombucha adalah teh hijau atau teh hitam. Saat ini, biang jamur kombucha dapat dengan mudah dijumpai di pasaran. Teh kombucha dalam kemasan pun telah tersedia di pasaran.
Kombucha mengubah Teh Manis menjadi Minuman Sehat, Penawar Racun yang Kaya Nutrisi
Hasil penelitian menyatakan bahwa minuman Kombucha yang dianggap sebagai pemberi kesehatan tubuh dan peningkat kekebalan tubuh, bukanlah penyembuh bagi semua penyakit, dan janganlah mengharap keajaiban. Walaupun ada kejadian yang “mirip” dengan keajaiban, yang kejadiannya adalah bahwa dalam menyembuhkan suatu penyakit lebih disebabkan karena tubuh merespons secara cepat terhadap hasil fermentasi minuman Kombucha. Namun hal tersebut lebih cenderung sebagai proses alami yang wajar dan bukanlah merupakan suatu keajaiban.
“Jamur” Kombucha akan mengubah teh hitam serta gula putih menjadi minuman kesehatan? Memang benar, “teh hitam serta gula putih” adalah penyuplai bahan makanan bagi jamur tersebut. Karena gula putih kurang disukai di banyak rumah tangga disebabkan karena alasan diabetes, kita sering hanya minum teh hijau organik saja tanpa gula. Dengan keterangan adanya penggunaan gula dalam proses pembuatan Kombucha, maka prasangka negatif mengenai minuman tradisional ini muncul berhubung dengan penggunaan gula tersebut. Bagaimanapun juga, akhirnya gula dipakai dengan cara yang berbeda. Kalau diperhatikan, maka dua unsur kunci pelaku metabolis dalam proses fermentasi gula-teh ini oleh Kombucha, yaitu asam glucuronic dan asam laktat yang baik(+) serta ada unsur keseimbangan semua vitamin B, maka unsur-unsur terrsebutlah yang mengerjakan pemeraman teh manis hitam seperti yang telah disebutkan diatas, menjadi minuman kesehatan bagi keluarga.
Jumlah asam glucuronic jamur ini secara potensial dihasilkan cukup banyak, sebenarnya sangat menguntungkan kita. Halnya pengalaman dari para peneliti serta para penyelidik kanker di Sovet, pada saat tahun-tahun terakhir pemerintahan Joseph Stalin. Asam glucuronic yang terkandung di dalam minuman tersebut, belumlah dibuat secara komersial. Namun hati atau lever manusia yang sehat, mampu memproduksinya dalam jumlah yang cukup banyak bagi keperluan tubuh, sehingga mampu untuk menetralkan racun. Di dalam hati atau lever tadi, maka asam glucuronic mengikat semua “racun” dan “bisa” yang didapat dari lingkungannya yang kemudian, dengan proses metabolis, dibuang melalui alat-alat pembuangan. Sekali racun diikat oleh asam glucuronic, maka tidak akan bisa lagi terhisap oleh tubuh, sehingga selamatlah kita dari malapetaka keracunan. (fn/sm/kb) www.suaramedia.com
Disandur dari http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/kesehatan/35386-teh-kombucha-minuman-sehat-penawar-racun-kaya-nutrisi.html



















