Kepada para penggemar Kombucha, mohon maaf karena selama hampir 3 bulan, saya disibukan oleh pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah. Selain itu juga saya sedang fokus membuat blog yang baru, yaitu menjual Buku Komik Bekas. Hehehe… nggak nyambung ya? Biarin deh.. namanya juga usaha.. yang penting mah: ‘Halal’ ! (Silahkan bagi Anda yang hendak koleksi buku-buku komik dan novel langka, saya punya lebih dari 1000 judul buku lho.. promosi dulu ah..:D )
Oke, kembali ke Kombucha.. Banyak pertanyaan yang diajukan kepada Indokombucha sehubungan dengan umur dari Jamur/Scoby Kombucha: “Jamur Kombucha bisa dipake sampe berapa lama sih?”; “Gimana kita bisa tau Kombucha yang kita pake itu sebenarnya udah rusak atau nggak?” dan pertanyaan lainnya yang nadanya mirip-mirip.. Nah, saya jelaskan ya..
Walaupun Scoby Kombucha tidak akan pernah akan habis (karena akan memproduksi baby Kombucha yang baru setiap kali proses fermentasi), tapi Kombucha yang tua lama-kelamaan akan menjadi tidak produktif dan akhirnya mati. Kalau dalam dunia makanan / obat-obatan, istilahnya: Kombuchanya sudah expired!
Bagaimana cara mengetahui sebuah jamur Kombucha sudah tidak produktif dan mati? Sebenarnya tidak susah-susah amat koq.. Ada 3 cara untuk melihat apakah Kombucha sudah tidak produktif / mati:
1. Kalau kita perhatikan dari fisiknya, mungkin kita tidak akan bisa mengenalinya karena tidak akan ada perubahan yang berarti selain dari warnanya yang semakin lama semakin berwarna coklat tua. Baunya pun tidak berbeda dengan Kombucha yang masih baru. Biasanya semakin gelap warna jamur Kombucha, semakin tua umurnya. Tapi tidak berarti bahwa Kombucha ini sudah mati, tapi biasanya sudah tidak produktif.
Biasanya Scoby Kombucha menjadi berwarna coklat tua setelah ‘menunaikan tugas’ untuk melakukan proses fermentasi sekitar 5-7 kali. Apa yang dimaksud dengan ‘Kombucha tidak produktif’ ? Silahkan baca point nomor 2..
2. Kalau Anda menggunakan Scoby Kombucha Tua, Anda akan mendapati bahwa baby Kombucha baru yang mengambang di permukaan air hasilnya akan tipis. Dan walaupun sudah walaupun sudah saatnya panen (8-12 hari), tapi rasanya masih belum begitu asam. Bisa saja ini terjadi karena suhu dalam ruangan terlalu dingin bagi Kombucha. Tapi hal ini bisa juga dikarenakan jumlah bakteri dalam jamur Kombucha semakin lama semakin sedikit karena banyak bakteri yang sudah mati. Dengan semakin berkurangnya jumlah bakteri yang ada, maka semakin sedikit alkohol yang diolah menjadi asam. Bahkan dalam kasus yang lebih buruk, Teh manis yang hendak difermentasi terlanjur basi sebelum sempat difermentasi. Nah, kalau Anda punya pengalaman seperti itu, lebih baik Anda seluruh teh dan jamurnya dengan yang baru. Pastikan Anda tahu cara membuat Teh Kombucha yang benar.
3. Cara yang ketiga adalah dengan ‘mencubit’ Scoby Kombucha. Scoby Kombucha yang masih segar akan sulit untuk disobek / dipotong dengan pisau. Tetapi jika dagingnya mudah terkelupas dan menjadi rapuh, berarti bisa dipastikan bahwa Scoby Kombucha tersebut sudah mati / expired.
Seperti saya katakan pada awalnya bahwa setiap kali memfermentasi Kombucha, dia pasti menghasilkan sebuah baby Kombucha yang baru. Nah, lama-kelamaan stock Kombucha Anda akan menjadi semakin banyak. Betul? Dan Anda akan menumpuk jamur Kombucha tersebut dalam satu toples terpisah seperti pada gambar dibawah ini..
Saya jamin dalam waktu yang stock jamur Kombucha ini tidak akan dipakai dalam jangka waktu yang cukup lama, mungkin sampai 6 bulan lebih. Nah, sebagai jamur kombucha yang cuma ‘duduk di bangku cadangan’ dan tidak menunaikan tugasnya untuk memfermentasi, tapi tetap saja lama-kelamaan dia akan menjadi tidak produktif alias expired. Cara mengeceknya adalah dengan metoda yang nomor 3 tadi diatas.
Nah, akan diapakan jamur kombucha yang sudah expired ini? Anda dapat membuangnya. Atau, kalau Anda merasa sayang untuk membuangnya, Anda dapat mempergunakannya untuk keperluan yang lain. Ada banyak manfaat jamur Kombucha yang mungkin tidak akan Anda pikirkan sebelumnya.

























terima kasih mas, infonya benar-benar menambah wawasan saya akan kombucha.
salam mampir~
Terima kasih sudah berkunjung ke indokombucha.wordpress.com
Senang bisa membantu
salam kenal pk Arsen sy trmasuk pnggemar br kombucha dan sy jg blm prnh mncicipi bgemana rasa dr mnuman teh kombucha itu sndiri mlihat dr gmbr jamur teh kombucha di atas ada bbrpa hal yg bkin sy binggun dan sy jg ingin mnanyaknny lngsng pd indokombucha ini, d antara prtnyaan sy adalah sbg brikut :
1. sy sngt trtarik dan pny rasa pnasaran yg bsar ttg jamur teh kombucha ini jdi sy cba bli bibitny 1 yg msi kcil d botol ukuran kratingdaeng, wktu sy cba frmentasikan d toples besar slama 6 hr dn sy liat kuq trnyata scoby kombuchanya berwarna coklat tua berbeda dengan gambar yg saya liat di atas, juga kya mngeluarkan sperti buih yg trapung di atasnya” apakah bibit jamur sy itu bermasalah atau tidak mengingat warnanya coklat tua brbeda dngan di gambar milik pk Arsen di atas..??
2. apakah bibit jamur kombucha bisa di fermentasikan selain air teh, seperti kopi atau susu, dan apakah kalau d fermentasikan pada kopi atau susu bisa brpengaruh trhadap khasiat maupun beresiko pd ksehatan..??
terima kasih”
Salam kenal Pak Angga,
Terima kasih sudah berkunjung ke indokombucha.wordpress.com Senang sekali dapat teman baru penggemar Kombucha. Semoga Bapak bisa mendapatkan banyak manfaat lewat blog ini.
Saya coba jawab pertanyaan Bapak.
1. Sebenarnya warna tidak terlalu bermasalah selama jamur / scoby Kombucha tersebut masih produktif. Apa kriteria jamur masih produktif atau tidak? Bapak bisa mempelajarinya disini.
Selama masa fermentasi, pasti akan menghasilkan buih karena pada saat itu Bakteri sedang melakukan proses karbonasi. Jadi buih yang ada adalah normal.
2. Pada prinsipnya Jamur Kombucha hidup pada media air, dan untuk berkembang biak, Jamur / Scoby membutuhkan gula. Tidak masalah, apakah air tersebut adalah air putih, air teh, air kopi, juice dll.
Tapi…
Masalah utamanya adalah: Yang dihasilkan dari media air tersebut apakah berkhasiat atau justru menjadi racun, itu yang perlu diperhatikan!
Kopi Kombucha sudah ada yang mencoba dan ditest ternyata baik untuk menurunkan kolesterol. Nanti saya bahas pada artikel berkutnya.
Ada juga yang sudah mencoba pada juice mengkudu & juice nanas.. tapi saya belum tahu hasil akhirnya..
Untuk susu, saya belum pernah dengar.. Dan sebaiknya untuk melakukan uji coba, lebih baik diserahkan kepada para ilmuwan / pakarnya. Jangan diuji coba pada diri sendiri. Saya sendiri bukan seorang ilmuwan, jadi saya tidak berhak untuk memutuskan
Demikian penjelasan dari saya, semoga cukup membantu
Bagaimana cara kombucha berkembang biak dalam toples?
Trims.
Halo Pa Supandi,
Pada dasarnya, Kombucha dapat tumbuh ditempat manapun. Syaratnya adalah:
1. Toples terbuat dari kaca / keramik.
2. Toples berisi air teh bersuhu ruangan dan diberi gula.
3. Mempunyai cukup udara agar proses fermentasi bisa berjalan dengan baik.
4. Ruangan mempunyai sirkulasi udara yang cukup baik.
5. Ruangan harus bersih, jauh dari asap (asap rokok, asap dari dapur, asap knalpot / debu).
6. Tidak terkena matahari secara langsung.
Detail pembuatan Kombucha bisa dilihat disini.
Jika 6 syarat ini bisa dipenuhi, maka di permukaan air akan tumbuh ‘Baby Kombucha’, dan dalam 8-12 hari air teh sudah bisa dikonsumsi, sedangkan jamur yang baru bisa digunakan untuk membuat teh kombucha yang baru.
Demikian informasi yang saya sampaikan, semoga bisa dimengerti
salam pak Arsen,
uji coba proses prtama kali pembiakan jamur scoby saya sukses pak, tp ada beberapa hal yang mesti saya tanyakan pd pak Arsen :
- stelah melalui proses frmentasi air teh selama kurang lebih 10 hr dan sudah ada baby kombucha yg baru tentunya lebih lebar dr sebelumnya karna memang saya taruh d toples kaca besar. tapi kenapa susah sekali utk d pisahkn antara baby kombucha dan jamur scoby yg sebelum walaupun sudah berumur 10 hari fermentasi pak..?
- untuk proses fermentasi kn memang sbaiknya di toples kaca/keramik dari pada botol plastik pak, nah untuk penyimpanan air teh hasil proses fermentasi” apakah boleh di simpan di botol plastik, ataukah sebaiknya harus di botol kaca/keramik juga sebagaimana prosesnya..?
Trimakasih,
Halo apa kabar Pak?
Saya jawab langsung pertanyaannya ya..
1. Memang ada kalanya baby kombucha tumbuh menempel pada scoby yang lama. Nggak apa-apa sih pak. Kalau mau dipisah bisa di ‘seset’ perlahan dengan menggunakan pisau yang tajam. Tapi jangan menggunakan cutter karena pisau cutter diberi minyak agar tidak karatan. Gunakan pisau dapur saja Pak.
2. Hasil fermentasi bisa saja ditaruh dalam botol plastik tapi ada syaratnya: Harus selalu disimpan dalam lemari es (agar pertumbuhan bakteri melambat) dan habis dikonsumsi paling tidak dalam 3 hari. Tapi paling afdol disimpan / dipindahkan dalam botol kaca Pak.
Semoga penjelasan saya bisa dimengerti
Saya ingin membeli bibit Kombucha, dimana alamatnya dan berapa harganya.
saya tinggal di Surabaya.
terima kasih.
Pa Alex,
Terima kasih atas kunjungannya.
Bibit Kombucha seharga Rp 60.000 berupa SCOBY berdiameter 10cm tebal 1cm, air teh starter dan cara pembuatan Teh Kombucha.
Ongkos kirim ke Surabaya Rp 14.000, sehingga Total Rp 74.000.
Pembayaran bisa melalui transfer BCA.
Terima kasih
Salam kenal Pak Arsen
Saya mendapatkan bibit kombucha dari sebuah teman. Bibit tsb dikemas dalam botol plastik putih kecil dengan teh starter. Setelah itu bibit dan starter teh tersebut saya campurkan dengan teh manis yang telah saya dinginkan dalam toples kaca lalu ditutup dengan kain dan diikat karet.
Setelah 4 hari, timbul buih di atas larutan teh tsb.
Tp ada sesuatu yang tumbuh diatas bibit kombucha yang mengapung diatas larutan teh tadi. Bentuknya persis jamur berwarna putih ke abu2an. Pertanyaan saya pak, Apakah jamur tersebut berbahaya bagi kombucha ?.
Apakah fermentasi kambucha saya tsb berhasil ?.
saya di Medan. Jika saya ingin membeli kombucha, dimana alamatnya ?. Biaya akan saya transfer ke no rek bapak.
Terima kasih.
Mas Adriansyah,
Terima kasih sudah berkunjung ke Indokombucha.wordpress.com.
Memang betul kalau ada sesuatu yang tumbuh diatas permukaan scoby kombucha, itu adalah fungi / jamur / orang luar menyebutnya “mold”.
Sebaiknya jamur dan airnya dibuang karena kita nggak tau efek samping yang akan ditimbulkan dari jamur ini. Lagipula jamur yang bisa tumbuh di atas scoby itu bisa macam2 jenisnya (bisa dilihat dari warnanya: ada yang abu muda, coklat muda, coklat tua bahkan kehitam2an). Bapak bisa baca artikelnya disini:
https://indokombucha.wordpress.com/2010/04/09/musuh-kombucha/
Kalau perlu bibitnya, Bapak bisa membelinya dari saya, caranya bisa dilihat disini:
https://indokombucha.wordpress.com/how-to-buy-kombucha/
Terima kasih atas infonya Pak Arsen.
Jadi, apakah saya harus mulai dari awal lagi dengan bibit baru ?
Atau scooby yang lama saja saya lanjutkan dengan hanya mengganti tehnya dan membersihkan/membuang mold ?.
Tks sekali lagi pak Arsen.
Sebaiknya Bapak membuang air + jamurnya dan memulai lagi dari awal pak.
Karena walaupun mold-nya bisa dibersihkan, tapi hasil fermentasinya akan kurang baik: aroma dari mold akan terus ikut walaupun sudah beberapa kali fermentasi.
Oh ya, karena Indo Kombucha sedang merayakan ulang tahun yang pertama dan sedang mempromosikan KombuShare: Share your Health, Share your LOVE, maka setiap kali pembelian 1bh kombucha, kami akan menyisihkan Rp 15.000 untuk anak-anak Panti Asuhan.
Jika Bapak tertarik, silahkan bergabung.. Hidup bapak sehat dan beramal, anak-anak juga senang
salam kenal pak Arsen, saya dari timika papua mau bertanya pada bapak mengenai kombucha, kalau seandainya fermentasi kombucha sudah dilakukan, dan sudah ada baby kombucha yang baru, apakah fermentasi yang akan kita lakukan dengan menggunakan baby kombucha tersebut bisa maksimal walaupun bentuknya masih tipis?? dan satu lagi alamat lengkap di surabaya di mana pak? trima kasih…
Salam kenal Pak Nainggolan.. Senang ada teman baru yang nun jauh di Timika
Baby Kombucha yang baru, walaupun tipis, tetap masih bisa berfungsi untuk melakukan fermentasi. Tapi tetap harus dibarengi dengan air starter sekitar 10% dari air Teh yang baru.
Dan sebaiknya Anda menyimpan Scoby Kombucha dan air teh Kombucha-nya sebagai cadangan. Jika suatu waktu (mudah-mudahan tidak terjadi) tumbuh mold (mould/jamur) yang tumbuh di permukaan scoby, Anda masih tetap bisa membuat Teh Kombucha.
Nah.. kalau rumah saya.. Saya tinggal di Bandung dan tidak punya cabang di manapun. Outlet saya adalah di blog ini (http://indokombucha.wordpress.com) dan di facebook (http://facebook.com/indokombucha).
Jika Bapak memerlukan Scoby Kombucha, walaupun di Timika – saya tetap bisa mengirimkannya untuk Anda
Terima kasih & selamat berkreasi
Salam pak Arsen, paket kombucha telah saya terima. bagaimana cara membuat teh kombucha? apa air rendaman kombucha dapat diminum? trims.
Terima kasih atas informasi paketnya pak.
Sebenarnya cara pembuatan Teh Kombucha sudah saya kirimkan ke email bapak. Tapi akan saya coba kirim ulang, siapa tahu tidak sampai.
Cara membuat Teh Kombucha sih gampangnya gini pak:
1. Buat teh manis sekitar 2liter, biarkan sampai suhu ruangan, simpan dalam wadah kaca.
2. Masukan scoby (jamur) Kombucha dan air starternya
3. Diamkan selama 7-12 hari untuk proses fermentasi. Setelah itu barulah Air Teh-nya dikonsumsi (memang air rendamannya yang dikonsumsi Pak..)
4. Sisihkan Teh Kombucha sekitar 10-15% untuk menjadi air starter di proses fermentasi berikutnya.
5. Lakukan lagi proses 1-4
Silahkan dicoba. Apabila ada pertanyaan lagi, jangan sungkan-sungkan atau bisa juga sms ke 087823451768.
pak ini maya,saya mau tanya lagi:
1. apa bedanya starter kombucha dengan air seduhan kombucha?
starter kombucha itu apa ya pak?
2. kira2 fermentasi kombucha dapat diaplikasikan pada pakan ikan/ternak tidak pak?jika iya yang di aplikasikan pada pakan itu starternya atau air seduhan kombuchanya?
3. ada tidak pak buku tentang kombucha?cari dimana ya pak?
Halo Maya, penjelasannya begini:
Doakan aja biar cepat beres).
1. Air Teh nggak akan bisa jadi Teh Kombucha kalau nggak ada pemicu / pengubahnya. Betul? Nah.. Starter Kombucha terdiri dari Scoby / Jamur Kombucha + Air Teh Kombucha yang sudah menjadi cuka Kombucha. Kenapa disebut cuka? Karena memang sudah sangat asam. Biasanya setelah melewati masa fermentasi selama 3-4 bulan.
2. Ada beberapa mahasiswa yang telah meneliti masalah ini. Yang pernah saya dengar adalah: Tehnya untuk minum Kelinci, Nata/Scoby/Jamur Kombucha juga dipakai untuk suplemen ikan Lele.
3. Buku tentang Kombucha berbahasa Indonesia saya rasa baru ada 2. Yang pertama karangan Henry Naland, yang kedua saya lupa, tapi nggak fokus tentang Kombucha, dia hanya menjelaskan sedikit tentang peluang usaha dengan Teh Kombucha. (Ada sih yang ke-3, tapi belum keluar.. Karangan Arsenius Sutandio S,Kom.. hehehe… saya rencananya mau bikin buku juga, tapi belum jadi
Tapi bukan bermaksud sombong / niat lainnya, tapi secara realitanya: artikel & pertanyaan2 yang ada di blog ini sudah lebih lengkap dibandingkan dengan buku-buku Kombucha yang ada di Indonesia.
salam kenal pak arsen,,,saya sudah membuat kombucha lama fermentasinya 7 hari, lalu berapa lamakah tehkombuca bisa dikonsumsi?kemudiaan kemasan yg digunakan dalam kulkas apa?
Salam kenal Mba Junita.. Fermentasi Teh Kombucha minimal 7 hari. Tapi jika setelah 7 hari, rasanya dianggap kurang asam, bisa dilanjutkan fermentasinya 1-3 hari lagi. Setelah itu bisa langsung dikonsumsi, tapi lebih enak diminum dalam keadaan dingin. Pindahkan saja dalam kemasan botol kaca / plastik food grade lalu taruh di kulkas, tapi jangan ditaruh dalam freezer.
Tapi disarankan sih menggunakan botol kaca dibandingkan dengan wadah food grade.
Semoga jawabannya bisa dimengerti.. Thanks
trims atas jawabanya tp saya kurang paham, setelah kombucha difermentasi, berapa lama batas waktu penggunaan kombucha untuk konsumsi yang disimpan dikulkas?lebih dari satu bulan dikulkas masih bisa dikonsumsi atau tidak?
karna saya pernah menyimpan teh kombucha dikulkas selama 7 hari ternyata tumbuh seperti jamur yang tenggelam dalam teh….apakah itu masih layak minum?
Sebenarnya, selama bakteri dan ragi masih hidup, dia akan terus melakukan fermentasi. Makanya kalau kena udara dia lama-lama akan semakin asam dan akhirnya menjadi cuka.
Tapi kalau dimasukkan ke dalam kulkas, maka proses fermentasi akan melambat.
Nah.. setelah panen, Teh Kombucha bisa bertahan sampai kira-kira 2 tahun (saya belum pernah coba lebih lama lagi soalnya). Syaratnya: masukkan dalam kulkas dan tutup rapat. Nantinya memang dia akan muncul seperti bola kapas di dalam botolnya, Itu adalah ragi! Normal koq.. Kalau bukan seperti kapas, biasanya muncul lapisan putih diatas permukaan wadah.. Itu juga normal karena selama bakteri hidup, dia akan berkembang biak dan menghasilkan 1 baby scoby baru. Baby Scoby bisa dimakan.. enak lho! Kayak Sari Kelapa teksturnya..
Dan pada dasarnya.. semuanya itu masih Layak Minum!
Enjoy
Salam kenal pak, saya bu yuni
setelah membaca artikel Bapak tentang kombucha ini saya jadi kepikiran dengan kombucha saya yg telah lama ndak saya rawat…kira2 sudah hampir 1 tahun. Didalam toples saya kan sudah banyak lapisan baby scobynya, pada bagian bawah warnanya coklat tetapi scoby pada bagian atas kelihatannya sudah berjamur karena ada bintik hitamnya.
yang saya tanyakan boleh tidak scoby bagian bawah yang tidak berjamur dicuci kembali dan dijadikan biang lagi untuk difermentasi ? dan apakah bisa dikonsumsi ?
terima kasih sebelumnya.
Halo Ibu Yuni,
Sayang sekali kalau sudah berjamur tidak bisa dipergunakan lagi.
Walaupun lapisan bagian bawahnya masih bersih (tidak terkontaminasi), tapi biasanya bau/aroma/flavour dari jamur akan tetap menempel, walaupun sudah dicuci bersih dan sudah difermentasi 3-4 kali. Ini pengalaman pribadi saya.. Memang pasti Ibu merasa sayang untuk dibuang.. Saya juga dulu begitu.. Tapi jangan khawatir Bu.. Scoby Ibu masih bisa digunakan untuk keperluan lain, yaitu dijadikan pupuk. Ibu bisa blender / potong kecil scoby yang ada, kemudian jadikan pupuk tanaman. Cara pemakaiannya seperti biasa: gali tanah, taruh scoby yang sudah dihancurkan, lalu tutup lagi dengan tanah.
Semoga informasinya bermanfaat
lam knal Suhu Arsen” , saya mo tanya,,tlg d jawab yyy,,,,,,,,,,??? klo sy mo kemas minuman x pake btl plastik bks aqua bsa gakk,,??? alnya sy mo jual d wwarung rmh saya,, sbgai pelengkap minuman ringan selain es teh sisri,, makasih y pak,,..
Walah..suhu! Hahaha.. Suhu badan kali..
Tapi ini pertanyaan yg bagus sekali!
Saya sudah cari2 informasi cukup lama tentang plastik untuk kombucha dan cross-check sana sini karena takut memberikan informasi yang salah kepada masyarakat.. Untuk saat ini kesimpulan saya adalah: Boleh menggunakan botol plastik, tapi sebaiknya tidak menggunakan botol bekas.. Lebih baik menggunakan botol yang baru. Banyak koq dijual di toko2 plastik besar.
Hal kedua yg cukup penting: botol plastik sebaiknya tidak digunakan untuk menyimpan Teh Kombucha dalam waktu yg lama krn akan menggembung dan beresiko mengoksidasi plastik.
Penjelasan lebih lengkap dari Mas Izrul bisa dipelajari disini:
http://indokombucha.wordpress.com/2012/02/02/plastik-untuk-fermentasi-apakah-aman/
Silahkan masukan pendapat Anda mengenai artikel ini
salam kenal, saya nia.
saya coba buat teh komnucha dalam toples kaca di tutup dengan stanless, saya binggung, setelah 1 bulan seperti ada serabut-serabut berwarna hitam, dan juga lendir tipis warna putih yang di atasnya ada jamur berwarna kehijauan, tidak seperti gamabar di blog bpk .apakah berhasil proses pembuatanya?
Halo Mba Nia,
Wah sayang sekali.. Teh Kombucha yang mba buat itu rusak karena terkena jamur (mold).
Sebaiknya semua yang sedang difermentasi: teh dan scoby (jamur kombucha <- bukan jamur dalam arti kata sebenarnya) dibuang dan membuat 100% baru.
Sedangkan tempatnya harus dicuci bersih berkali-kali sampai benar-benar bersih.
apakah bisa buat teh kombucha tanpa menambahkan bibitnya????
bagaimana bisa menghasilkan teh yang jernih tanpa ada serabut hitam???
Jawabannya:
1. Harus ada minimal salah satu dari 2 komponen pembentuk fermentasi, yaitu Teh Kombucha dan Scoby Kombucha. .
2. Dalam keadaan normal seharusnya memang jernih. Serabut hitam di permukaan baby scoby adalah mold (jamur). Kondisi ini tidak normal, mungkin karena suhu udara yang lembab, kurang ventilasi / kemasukan kotoran / serangga.
penyimpanan di taruh di toples yang di tutup dengan stanless dalam lemari yang gelap. bagaimana penyimpanan yang baik??
Penyimpanan paling ideal adalah:
1. Disimpan dalam wadah kaca,
2. Ditutup oleh kain dan direkat oleh karet gelang supaya tidak kemasukan serangga
3. Disimpan dalam ruangan yang cukup ventilasi (perputaran udaranya baik)
4. Ruangan tidak berbau tajam (asap rokok, asap masakan, bau cat dll)
5. Tidak terkena sinar matahari secara langsung
6. Jauhkan dari jangkauan anak-anak / binatang peliharaan dan jangan sampai terguncang.
slm knl pak arse,,,
saya baru beli scoby,waktu bawanya dgn naik motor jadi terguncang teh nya jadi keruh setelah beberapa saat saya biarkan agar jernih kemudian saya tuang teh nya dan ganti dengan yg baru dgn menyisakan teh yang lama sekitar 15%,kenapa scoby nya tenggelam tidak mengapung lagi apa sebabnya dan apa scoby nya masih baik baik aja ??
maksiih
Salam kenal bu Supartiningsih,
Sekeruh apapun Teh biang (yang sudah asam) tidak akan terlalu mempengaruhi kualitas air teh yang akan difermentasi, karena yang membuat keruh itu adalah ragi. Jadi sebenarnya sayang sekai kalau dibuang dan hanya disisakan 15%, karena nanti tidak akan cukup untuk memproses teh manis dalam kuantitas banyak. Misalkan: air biang 100ml, disisakan hanya 15% berarti tinggal 15ml, normalnya hanya bisa memproses teh manis sebanyak 150ml (karena prinsipnya: biang minimal 10% dari jumlah teh yang akan difermentasi). Kalau ibu memaksakan memproses teh manis sebanyak – misalkan saja 2 liter, hasilnya adalah: teh manis keburu basi sebelum akhirnya difermentasi. Memang kalau ditunggu selama minimal 7 hari, hasilnya pun akan asam.. tapi bau teh basinya tidak akan hilang.
Untuk SCOBY biang, tidak ada masalah apakah dia terapung atau tenggelam.. hasilnya pun akan sama, yaitu di permukaan air akan muncul lapisan baru, yaitu baby SCOBY. Saya sendiri lebih senang biangnya tenggelam, karena kalau terapung biasanya baby SCOBY akan tumbuh menempel pada induknya, sehingga kalau dipisahkan biasanya akan sobek & tdak mulus bentuknya..
Semoga informasinya cukup membantu